Upaya para produsen otomotif global untuk mengemas truk pikap menjadi kendaraan ultra-mewah berbiaya selangit harus menghadapi realitas pasar yang brutal. Stellantis, yang mencoba mendobrak segmen premium melalui peluncuran Ram 1500 Tungsten model 2025 dengan harga awal 87.000 dollar AS, justru mencatatkan penurunan nilai yang sangat tajam. Berdasarkan pantauan redaksi pada dinamika pasar sekunder, nilai dari truk flagship ini merosot hingga 20.000 dollar AS atau setara dengan Rp 328 juta (kurs Rp 16.400) hanya dalam kurun waktu 12 meses.
Penurunan masif sebesar 22 persen di tahun pertama ini melampaui standar depresiasi rata-rata segmen pikap yang biasanya berada di angka 15 persen. Menurut analisis industri, para pembeli di pasar mobil bekas cenderung bertindak sebagai pemburu taksir harga yang rasional. Ketika kendaraan memasuki pasar sekunder, segala kemewahan kosmetik dan taksiran harga premium yang melekat pada model flagship ini dilepas oleh pasar, sehingga nilainya terkoreksi ke angka rata-rata sekitar 68.000 dollar AS.
Faktor lain yang mempercepat kejatuhan harga ini adalah langkah berani Stellantis yang sempat menghapus opsi mesin legendaris 5,7 liter Hemi V8 pada model 2025 dan menggantinya dengan mesin enam silinder segaris Hurricane twin-turbo. Meskipun varian High-Output Hurricane pada tipe Tungsten ini mampu memuntahkan tenaga impresif 540 hp dan torsi 521 lb-ft, inovasi tersebut justru mendapat penolakan ideologis dari konsumen loyal. Karakter suara mesin inline-six dinilai gagal menggantikan drama auditori khas V8 Amerika, ditambah adanya kekhawatiran jangka panjang mengenai kompleksitas perawatan mesin turbo ganda di luar masa garansi.
Berdasarkan data penjualan kuartal pertama tahun 2026, lini produk Ram 1500 sebenarnya mengalami lonjakan penjualan yang luar biasa sebesar 27 persen dibanding periode yang sama tahun lalu dengan membukukan total 59.828 unit. Namun, dari pengamatan tim redaksi, kebangkitan performa penjualan ini hampir sepenuhnya didorong oleh keputusan mendadak perusahaan untuk menghadirkan kembali mesin Hemi V8 yang langsung memicu 10.000 pesanan dalam waktu 24 jam. Di sisi lain, varian Tungsten yang eksklusif menggunakan mesin Hurricane tetap terjebak dalam pusaran depresiasi karena dihindari konsumen.
Padahal, jika mengesampingkan aspek psikologis pasar terhadap absennya mesin V8, performa di atas aspal dari Ram 1500 Tungsten tergolong sangat spektakuler. Pikap berbobot sekitar 2,7 ton ini dilengkapi dengan suspensi udara aktif di keempat sudutnya yang disetel khusus untuk meredam velg aluminium masif berukuran 22 inci. Bagian interiornya pun menyajikan kemewahan paripurna dengan jok yang memiliki opsi pijat 24 arah, sistem audio Klipsch Reference Premiere 23 pengeras suara, serta layar pusat hiburan berukuran 14,5 inci yang didukung sistem kendali otonom tingkat dua.
Kombinasi antara koreksi harga yang masif dan kelimpahan fitur premium ini pada akhirnya mengubah status Ram 1500 Tungsten di pasar mobil bekas. Bagi pembeli pertama, kerugian finansial yang dialami memang sangat menyakitkan akibat kesalahan kalkulasi harga dari pabrikan. Namun, bagi konsumen kendaraan sekunder saat ini, membawa pulang sebuah truk bersuspensi udara mewah dengan harga setara varian menengah Ram 1500 Laramie baru merupakan sebuah keuntungan investasi yang sangat besar.