Pabrikan hypercar asal Swedia, Koenigsegg, dikenal luas berkat keahliannya dalam merancang interal combustion engine berteknologi tinggi dan bertenaga monster. Kini, sentuhan magis dari mesin V8 ikonik tersebut dipastikan bakal bermigrasi ke luar ekosistem mereka untuk pertama kalinya melalui proyek supercar terbaru asal Italia, Kimera Automobili K-39.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Kimera Automobili yang sebelumnya populer sebagai rumah restomod di balik model EVO37 dan EVO38, kini mencoba naik kelas menjadi produsen mobil butik seutuhnya. Melalui proyek ambisius K-39 ini, mereka menggandeng nama-nama besar di industri motorsport global, seperti Dallara untuk pengerjaan sasis, Pirelli untuk sektor ban, serta digawangi langsung oleh mantan pereli World Rally Championship, Luca Betti.
Menurut rencana yang dirilis perusahaan, Kimera K-39 sengaja dirancang untuk menaklukkan balapan mendaki gunung yang legendaris, Pikes Peak International Hill Climb. Demi mencapai target pemecahan rekor di ajang tersebut, pemilihan mesin V8 dari Koenigsegg dinilai sebagai langkah strategis yang sangat tepat mengingat reputasi besar mereka di ajang Goodwood Hill Climb.
Dari pantauan redaksi pada spesifikasi teknisnya, mesin 5.0-liter twin-turbo V8 yang disuplai oleh Koenigsegg Technology Division (KTD) ini diklaim mampu menyemburkan tenaga mencapai 1.000 hp dan torsi 885 lb-ft. Angka tersebut dicapai murni dari mesin konvensional tanpa adanya tambahan bobot dari komponen sistem hibrida, sehingga bobot keseluruhan kendaraan tetap terjaga sangat ringan.
KTD tidak hanya mengirimkan bongkahan mesin saja, melainkan juga merancang sistem kontrol terintegrasi dan desain knalpot khusus yang telah dipatenkan agar lolos uji emisi global. Menariknya lagi, manajemen performa mesin pada Kimera K-39 ini juga mendukung pembaruan perangkat lunak berbasis cloud secara over-the-air untuk meningkatkan respons dan efisiensinya secara berkala.
Kerja sama ini menjadi momen bersejarah bagi Koenigsegg sebagai perusahaan rekayasa teknologi independen, setelah rencana serupa dengan Spyker pada tahun 2017 silam sempat kandas di tengah jalan. Langkah ini membuktikan kesiapan jenama Swedia tersebut untuk menyuplai komponen performa tinggi ke berbagai produsen otomotif global di masa mendatang.